Tuesday, 26 April 2011

adakah amarah yang pantas?

satu hari yang panas dan terik
sinar mentari kali itu terasa membakar kepala 
menusuk perih di kulit
seorang anak manusia berdiam dalam hunian
menghindar dari sang kala
lalu entah darimana asalnya
terdengar suara yang melenguh mengeluh
sambil tak berhenti dari mulutnya 
mengecam (benarkah pendengaranku?)
sekonyong-konyong entah dari mana
kepalaku panas hatiku mendidih
kubalas serapahannya dengan kata-kata
yang kujaga (walau marahku) namun dengan
intonasi meninggi dan menguat
haaa!!!
seketika pecahlah semua amarah yang membuncah di dada
sesaat terasa menyenangkan
walau sesaat
kali lain amarah itu muncul 
dalam wujudnya yang lain
saat sebagian orang mengabaikanmu
seolah mengganggap dirimu ghaib
ada tapi tak terlihat
sementara mereka sibuk dengan segala kebendaan yang dimiliki
kemudian kenapa sekonyong-konyong
amarah itu muncul lagi
kali ini tidak membuncah
namun panas di hati
lagi...
amarah yang bergolak di hati datang...
saat melihat berbagai hal di sekelilingmu
yang beda dengan kemauanmu..
lalu masih pantaskah marah?
adakah amarah yang pantas?
untuk kuumbar?
untuk kuganyang-ganyang?
lalu bila pantas..
kenapa muncul dalam hati
rasa pedih perih dan sakit tak terperi
semua berakhir sama
diakhiri dengan
air mata yang tak terbendung 
keluar membanjiri ujung-ujung
mata hati...
adakah amarah yang pantas?...

No comments:

Post a Comment