Gumpulan debu memenuhi hidungku
Bikinku sesak bernafas sesaat
Namun tak menghentikanku untuk meraihmu
Meletakkanmu di pangkuanku
Satu-satu kubuka dengan hati-hati
Bahkan kertas mu pun sudah usang
Getas mudah rapuh
Masih pula berdebu
Satu lembaran kosong tak terisi
Satu lembaran yang entah kenapa
Terasa bermakna bagiku
Walau kosong tak terisi
Lembaran kosong yang usang
Yang berharap minta kupenuhi
Namun sampai saat ini pun
Tetap lembaran kosong berdebu
Berharap kuisi kupenuhi
Namun tetap tak sampai
Terasa bermakna
Jikalau waktu surut dibelakang
Sepanjang waktu yang berlalu
Kadang terbayang lembaranmu
Kosong usang
Berdebu
Bila waktu surut ke belakang
Aahhh…
Tidak perlu berandai-andai
Semua sudah usang
Lembaran kosong dalam
Bukuku yang usang….
Februari, 2010

Bikinku sesak bernafas sesaat
Namun tak menghentikanku untuk meraihmu
Meletakkanmu di pangkuanku
Satu-satu kubuka dengan hati-hati
Bahkan kertas mu pun sudah usang
Getas mudah rapuh
Masih pula berdebu
Satu lembaran kosong tak terisi
Satu lembaran yang entah kenapa
Terasa bermakna bagiku
Walau kosong tak terisi
Lembaran kosong yang usang
Yang berharap minta kupenuhi
Namun sampai saat ini pun
Tetap lembaran kosong berdebu
Berharap kuisi kupenuhi
Namun tetap tak sampai
Terasa bermakna
Jikalau waktu surut dibelakang
Sepanjang waktu yang berlalu
Kadang terbayang lembaranmu
Kosong usang
Berdebu
Bila waktu surut ke belakang
Aahhh…
Tidak perlu berandai-andai
Semua sudah usang
Lembaran kosong dalam
Bukuku yang usang….
Februari, 2010
No comments:
Post a Comment